Selasa, 03 Juni 2008

LAGU MUSIM-MUSIM

wajahku seringkali tersesat dalam bau cuaca
yang tiada bosannya memukul ladang dan sawah
bahkan tumbuhan yang kutanami dan kusirami sendiri
menusuk-nusuk mataku hingga berdarah

dan entah kenapa, warna darah selalu mengingatkanku
pada kata-kata yang kau tanam bersama bunga-bunga
yang tak sempat mengajariku arti wewangian

apakah bau cuaca pernah mengajarimu
arti musim kemarau
yang menafsiri musim hujan
kala bertandang dan hilang?

barangkali karena ladang dan sawah telah jadi hutan-hutan
hingga kita kehilangan arah
dalam mencari notasi tiap-tiap musim

Jogja, 2008

Tidak ada komentar: