1
berapa banyak lagi hutan yang mesti kubuka jalan
untuk bertanya pada batu dan belukar
tentang bagaimana mereka menangkap
matahari dan bulan
karena pada jalan-jalan itu
selalu tumbuh kerikil dan rerumputan
yang padanya kau cipta sejumlah luka
maka terkadang aku merasa bosan
memelihara pohon sidrah kutukan ini
terkadang pula ingin terus kuselami
lubuk kemarau dan hujan
yang tak pernah memberiku
makna siang dan malam
2
mengapa kau tak pula mendekapku
meski harus aku kembali
membakar debu kata-katamu itu
bahkan kau cipta keterasingan di jiwaku
kala kutatap kesunyian pada api itu
aku tahu, sayang
bara lahir dari rahim nyala
tapi sungguh kau serupa udara
yang membuat api itu berkobar
maka seringkali aku bertanya-tanya
haruskan aku membakar tubuhku yang asing ini
agar kau paham arti jati diri
yang pada wajahmu sedang menjelma misteri
Jogja, 2008
Tidak ada komentar:
Posting Komentar