Sabtu, 11 April 2009

CIRKUMPOLAR


kusebut namaku berkali-kali
tapi suara siapakah ini
kubawa suara itu ke dasar hati
tapi perasaan siapakah ini

tak seorang akan tahu
ada samar yang sunyi
pada nama dan suaraku
pada diriku sendiri

ada sesuatu yang kelabu
dari gemuruh ruang dan waktu
dari sebuah gumam agak ragu:
”kutahu diriku, tapi tak kukenal dirimu”

o. barangkali aku hanyalah peristiwa
dari mimpi setengah nyata
atau sesosok manusia
karena itu aku tak ada

Jogja, 2009

DALAM DERU KERETA


dalam deru kereta, kulihat kunang-kunang merubung kita
ada jiwa yang menangis, nampaknya, dan mengharap sapa
ada rindu yang tertahan: suara-suara masa silam

kutatap kembali dalam-dalam batas ujung belakang
baris-baris rel tenggelam dan hilang
lalu kurasa, pada kubur nenek moyang
ada milik kita yang tertinggal:
nyanyi sunyi, denting hari-hari

tapi kereta ini telah begitu jauh membawa kita
dan entah kapan akan berhenti:
hingga segalanya lebih buruk lagi?
hingga kunang-kunang ini mati?

Jogja, 2009

Rabu, 01 April 2009

SEMBILU DINI HARI


asap rokok menyelubung dalam hati, dalam bait-bait tasbih yang sepi
setiap kali kopi ini menatapku, dan kucoba menatapMu pada wajahku
semakin hitam, semakin kelabu: batin dan mataku

aku tak bisa menangkap apa yang datang dan yang hilang
tapi semuanya terungkap begitu saja, begitu rahasia

seperti malam yang menggelapkan kamarku
tapi menjadikanku lapang dan lengang
seperti sedih datang tiba-tiba
dan cinta berangkat rahasia

o. aku semakin buta setiap kali menatapMu, kekasihku
dan sunyi, nampaknya, tak cukup mengerti
apa yang diisyaratkan rokok pada hati
dan yang dibaitkan tasbih pada sepi
pada wajahku dalam cermin kopi ini

Jogja, 2009